Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

BEGINILAH CARA MENANAM GINSENG DENGAN MEDIA POT


Manfaat Ginseng Jawa

Ginseng jawa diketahui mengandung beberapa senyawa seperti flavonoid, antrakuinon, saponin, tanin, dan senyawa fenolat. Kandungan tersebut dapat berfungsi sebagai penghambat oksidasi melalui reaksi dengan radikal bebas serta sebagai pengikat oksigen singlet dari pangan maupun sistem biologis. Melihat sifat-sifat dari senyawa yang terkandung di dalam ginseng jawa ini, maka tidak heran bahwa banyak masyarakat yang mempercayakan khasiat dari tanaman ini untuk kesehatan tubuh. Tentunya, manfaat dari ginseng jawa ini dapat Anda rasakan jika pengolahan dan takaran yang digunakan sudah tepat. Beberapa manfaat dari ginseng jawa adalah sebagai berikut.

  • Baik untuk kesehatan seksual
  • Meningkatkan kinerja syaraf motorik
  • Mengurangi panas pada peradangan
  • Melancarkan sirkulasi peredaran darah
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Membantu melancarkan ASI
  • Pengobatan beri-beri
  • Meningkatkan imun tubuh
  • Mengatasi kelelahan
  • Menurunkan kadar gula dalam darah
  • Mencegah atau menghambat pertumbuhan sel kanker

Tanaman ginseng jawa yang memiliki beraneka manfaat ini pun kemudian mengundang daya tarik pecinta tanaman maupun masyarakat umum untuk membudidayakannya. Selain memiliki manfaat kesehatan, tanaman ini juga sering digunakan sebagai tanaman hias. Karena itu, inilah cara menanam gingseng dengan baik dan benar agar cepat tumbuh.

Ada beberapa langkah yang perlu Anda ikuti untuk menanam ginseng dalam pot yang dapat Anda aplikasikan di rumah.

1. Persiapan Benih atau Bibit Ginseng

Dalam aktivitas bercocok tanam, tentunya hal pertama yang harus disiapkan adalah benih atau bibit tanaman yang ingin ditanam, dalam hal ini yang dimaksud adalah benih atau bibit ginseng.

Ada dua pilihan cara menanam ginseng, dengan cara menanam biji dan dengan metode stek batang. Dari kedua cara tersebut, masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulannya tersendiri.

Menanam ginseng dari biji tentunya akan memerlukan waktu yang lebih lama, terlebih harus menunggu tumbuhnya tunas dari tanaman ini. Meskipun demikian, menanam dari biji akan memberi tanaman ginseng yang lebih sehat dan berkualitas. Selain itu pertumbuhan ginseng dari biji berada di bawah pengamatan Anda secara langsung sehingga zat-zat yang masuk ke dalam biji saat proses tumbuhnya tunas dapat Anda awasi. Harus pintar dalam memilih biji ginseng jawa, pilihlah yang memiliki kualitas tinggi.

Kedua, menanam ginseng dengan metode stek batang dapat Anda lakukan dengan membeli bibit tanaman ginseng jawa terlebih dahulu. Ada beberapa pertimbangan dalam memilih bibit  ginseng jawa yang kemudian akan dilakukan stek batang, adalah sebagai berikut.

  • Merupakan tanaman induk yang sudah matang dan sehat.
  • Simpan bibit selama tiga hari di tempat dengan suhu yang cukup lembap.
  • Potonglah di bagian pangkal batang dengan bentuk potongan yang miring

2. Persiapan Media Tanam Ginseng

Setelah menyiapkan benih ginseng yang akan ditanam, jangan lupa untuk menyiapkan media tanamnya beserta dengan alat dan bahan untuk menunjang aktivitas bercocok tanam ini. Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menanam ginseng adalah sebagai berikut.

  • Tanah gembur yang kaya nutrisi
  • Pupuk kandang
  • Arang sekam
  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawah
  • Cetok
  • Air secukupnya

3. Cara Menanam Ginseng

Untuk menghasilkan tanaman ginseng jawa yang berkualitas, maka diperlukan metode menanam ginseng jawa yang tepat. Setelah semua alat dan bahan disiapkan, aktivitas bercocok tanam ginseng jawa dapat Anda mulai. Ada dua cara untuk menanam ginseng jawa, yaitu:

Penyemaian dengan Biji

Berikut ini cara menanam ginseng dalam tahap penyemaian dengan biji:

  • Campurkan tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1
  • Aduklah bahan tersebut dengan cetok
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag atau pot yang telah disiapkan
  • Tebarkan biji ginseng maksimal satu biji pada setiap pot atau polybag
  • Tutup dengan sedikit campuran tanah dan pupuk
  • Siram dengan air secukupnya

Pembibitan dengan Stek Batang

Berikut ini cara menanam ginseng dalam pembibitan dengan stek batang:

  • Campurkan tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam, dengan perbandingan 1:1:1
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam pot atau polybag ukuran sedang
  • Masukkan campuran hingga ketinggian 15 cm
  • Buatlah lubang pada bagian tengahnya
  • Tancapkan batang ginseng jawa yang telah disiapkan
  • Masukkan lagi campuran tanah dan pupuk kandang
  • Padatkan tanah hingga batang berdiri tegap
  • Siram dengan air secukupnya

4. Pemeliharaan Tanaman Ginseng Jawa

Tidak cukup hanya dengan mengetahui cara menanamnya saja. Ingat! Aktivitas bercocok tanam tidak selesai hanya sampai di sana saja. Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat atau memelihara tanaman ginseng jawa agar dapat tumbuh dengan baik hingga proses panennya tiba. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan ginseng jawa yang sesuai dengan keinginan Anda. Pemeliharaan atau perawatan ginseng jawa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  • Siramlah bibit secara rutin setiap harinya, cukup dua sampai tiga kali per hari. Ingat! Jangan siram secara berlebihan karena akan menyebabkan tanaman busuk. Seiring bertambahnya usia tanaman, kurangi frekuensi penyiraman saat tanaman sudah memasuki usia 3,5 bulan.
  • Pupuklah tanaman dua minggu sekali. Anda dapat membubuhkan pupuk padat maupun pupuk cair.
  • Penyiangan atau pembersihan terhadap parasit yang mengganggu pertumbuhan ginseng jawa, seperti gulma atau tanaman liar yang ada di sekitar tanaman.
  • Pantaulan dan hindari dari hama atau binatang yang mengganggu pertumbuhan tanaman ginseng jawa ini, seperti bekicot dan ulat.
  • Waspada terhadap penyakit yang dapat menyerang ginseng jawa, seperti busuk leher batang, busuk umbi, dan penyakit layu daun.

5. Proses Panen Ginseng Jawa

Proses panen dapat dilakukan setelah usia tanaman mencapai 4-5 bulan. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara merawat tanaman ini. Adapun ciri-ciri tanaman ginseng jawa yang siap panen adalah:

  • Daun berubah menjadi kuning dan perlahan rontok
  • Batang berubah menjadi merah
  • Berbunga dan mengeluarkan biji
  • Ukuran umbi cukup besar, lebih dari 1 cm

Yang biasanya dimanfaatkan dalam tanaman ini adalah umbi akarnya, sehingga bagian tersebutlah yang biasanya diambil dari tanaman ini. Berikut langkah-langkah dalam proses panen ginseng.

  • Lakukanlah pada sore atau pagi hari dengan kondisi yang cerah dan tanah kering
  • Gemburkanlah tanah dengan cetok atau sejenisnya
  • Pangkaslah pangkal batang tanaman
  • Cabutlah umbi secara perlahan dan hati-hati agar tidak tertinggal di dalam tanah
  • Bersihkanlah umbi ginseng jawa
  • Letakkan dan simpan di tempat yang teduh

Tips Menanam Ginseng dengan Stek Batang

Beberapa langkah sederhana yang bisa Anda ikuti untuk cara menanam ginseng dengan metode stek batang di dalam pot atau polybag adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam
  2. Siapkan pot atau polybag yang sudah dilubangi di bagian bawah
  3. Pilih bibit ginseng yang berkualitas
  4. Potong bibit pada bagian pangkal batang dengan potongan miring
  5. Masukkan campuran tanah ke dalam pot/polybag
  6. Tancapkan batang ginseng jawa
  7. Padatkan tanah agar batang berdiri tegap

Hama dan Penyakit yang Dapat Menyerang Ginseng

Berikut ini adalah beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ginseng:

  1. Penyakit Busuk Umbi

Ciri-ciri tanaman ginseng jawa yang terserang penyakit ini adalah:

  • Daun berubah menjadi kuning
  • Pada umbi terdapat bulu-bulu putih yang akhirnya berubah menjadi coklat hingga hitam
  • Penyebab: jamur Phythopthora sp.
  1. Penyakit Layu Daun

Sesuai nama penyakitnya, bagian tanaman yang diserang adalah pada bagian daun dan tangkainya. Berikut ini adalah ciri-cirinya.

  • Tulang daun berubah menjadi kuning
  • Menjalar ke tangkai daun
  • Daun layu
  • Penyebab: jamur fusarium
  1. Penyakit Busuk Leher Batang
  • Di awal, tanaman mengalami pembusukan
  • Leher batang berwarna kecoklatan atau kelabu
  • Tekstur leher batang menjadi lunak dan seperti basah
  • Posisi leher batang melekuk ke arah dalam
  • Daun layu
  • Penyebab: jamur Phytium sp.atau Sclerotium sp.

Setelah tahu cara menanam ginseng, ada baiknya juga mencegah hama dalam tanaman agar ginseng dapat tumbuh subur.

Syarat Tumbuh Ginseng Jawa

Untuk membudidayakan tanaman ini sebenarnya bukanlah perkara yang sulit, namun tidak juga dapat disebut mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menanam ginseng jawa ini. Salah satunya adalah kondisi lingkungan tempat tumbuhnya ginseng. Hal ini menjadi penting mengingat ginseng jawa yang tidak dapat tahan terhadap kondisi-kondisi tertentu. Berikut adalah persyaratan lingkungan untuk menanam ginseng jawa.

  1. Tanah gembur, dengan pH 5,5 – 7,2
  2. Kelembapan 70-90%
  3. Curah hujan mulai dari 1000 sampai 2500 mm/tahun
  4. Suhu udara mulai dari 20 – 33 derajat celcius
  5. Daerah berada pada ketinggian 0 – 1600 dpl
  6. Sistem pengairan yang baik

Selain itu, perawatan tanaman ini juga harus dilakukan dengan telaten dengan pemantauan yang perlu dilakukan secara berkala. Anda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki lahan tanam yang luas karena Anda bisa memanfaatkan polybag atau pot sebagai medianya.





Tanaman herbal untuk cegah virus corona


Tanaman herbal asli Indonesia dikenal memiliki banyak manfaat. Empon-empon yang dikenal bisa mencegah virus corona ini terbuat dari beberapa tanaman herbal. Mulai dari jahe, kunyit hingga sereh.

Istilah empon-empon viral setelah disebutkan oleh guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom. Nidom mengatakan empon-empon dapat menangkal virus corona.

Tanaman empon-empon tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tetapi kini meluas hingga ke makanan, minuman serta kosmetik.

Berikut beberapa tanaman herbal dan manfaatnya yang bisa mencegah corona:

1. Jahe
Jahe jadi salah satu rimpang yang memiliki banyak manfaat. Ada dua jenis jahe di Indonesia, jahe putih dan jahe merah. Jahe merah memiliki manfaat untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Jahe merah yang sudah diekstrak disebut bisa mencegah dan membunuh bakteri serta virus yang ada di dalam tubuh.

Jahe juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jahe merah juga mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi untuk pencegahan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

2. Kunyit
Tanaman herbal yang dapat mencegah covid-19 salah satunya adalah kunyit. Berdasarkan warta penelitian dan pengembangan tanaman industri volume 19 No.2 yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Republik Indonesia (Sekarang Kementerian Pertanian), kunyit dapat bermanfaat sebagai obat tradisional.

Kunyit mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang memiliki peran sebagai antioksidan, antitumor dan antikanker. Kunyit juga mengandung anti peradangan dan antioksidan di dalamnya dapat memaksimalkan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit, termasuk virus corona.

3. Sereh
Sereh memiliki manfaat salah satunya adalah untuk menurunkan demam. Selain itu, sereh juga bisa mencegah terjadinya flu dan hidung tersumbat. Serai juga diandalkan sebagai antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antidepresan hingga antioksidan. Selain itu, serai juga bisa mengatasi depresi, mengontrol tekanan dan dan mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Kencur
Tanaman herbal untuk imun salah satunya adalah kencur. Meskipun salah satu manfaatnya untuk mengobati batuk, kencur juga memiliki zat yang sama dengan jahe dan kunyit. Kencur bisa mengatasi batuk berdahak, membuat pernapasan lebih lega dan membantu proses penyembuhan batuk secara optimal.

5. Temulawak
Tanaman herbal yang sering dikaitkan dengan pencegahan virus corona adalah temulawak. Temulawak mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang dipercaya sebagai sumber dari berbagai penyakit.

Para ilmuwan juga percaya bahwa peradangan merupakan akar dari masalah beberapa penyakit seperti kanker hingga jantung.

Kelima tanaman herbal ini disarankan untuk dikonsumsi setiap hari guna meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi sambil social distancing, kamu juga bisa meracik jamu sederhana dari tanaman herbal tersebut.

TANAMAN HERBAL YANG PUNYA PROSPEK DI TENGAH PANDEMI COVID-19


Tak hanya memberi efek kepanikan bagi warga, pandemi global COVID-19 juga setidaknya memberikan berkah bagi para produsen tanaman obat. Pasalnya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan virus corona dengan menjaga imun tubuh tetap sehat.

Berkenaan dengan hal tersebut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan jajaranya untuk terus mendorong pengembangan tanaman herbal dan tanaman obat yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat tinggi khususnya di tengah situasi pandemi saat ini.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan seseorang adalah dengan rutin meminum jamu atau herbal. Banyak bahan alami yang berasal dari bumi ini diyakini mampu meningkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh," ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo

Seorang pensiunan, bernama Sudaryati (60), warga Wonosobo, Jawa Tengah berhasil mengembangkan usaha aneka minuman herbal berkhasiat.

"Berawal dari usaha untuk menjaga vitalitas tubuh, lalu saya terus membangun bisnis ini menjadi lebih besar," ujar Sudaryati, Sabtu, 18 April 2020.

Dia bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Berdikari mengembangkan usahanya sejak 13 Desember 2013 silam. Hasilnya diperoleh sekarang, produk berlabel Jamu Rumpun Padi ini laku keras.

Lantaran jumlah produksi meningkat, karyawan yang mengolah dan melakukan pengemasan jamu empon-empon ini juga bertambah. Di hari biasa, tenaga yang bekerja hanya 7 orang tapi kini naik menjadi 15 karyawan. Bahan baku didapat dari petani di daerah Wonosobo dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Peningkatan jumlah produksi dan omzet Jamu Rumpun Padi tersebut tak lepas dari permintaan pasar yang terus naik. Sebab minuman yang dibuat dari rempah-rempah ini fapat untuk menangkal penularan dan penyebaran Virus Corona," ujarnya

Sudaryati menyebutkan, bila di hari-hari biasanya dia menjual 150 box. Sementara pada masa pandemi ini, sehari bisa menjual hampir 300 box. Permintaan pasar tertinggi di musim wabah COVID-19 ini berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan kota lain di luar Jawa. Selain dalam negeri, Daryati juga rutin ekspor ke Suriname, Belanda dan Malaysia.

"Kurang lebih hampir dua bulan ini saya berhasil menjual 15 ribu box. Ini salah satunya karena produk saya memiliki ijin dan setifikat halal yang terjamin kualitasnya. Ini baru saja ada pesanan 1.860 box jahe merah dan kunyit dari Ditjen Hortikultura," ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan produknya mampu memperkuat imunitas tubuh karena mengandung curcumin. Prof Dr Choirul Anwar Nidam MS, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah melakukan penelitian terhadap produknya.

"Produk saya juga tanpa pengawet dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," katanya.

Minuman serbuk buatannya dikenal dengan nama empon-empon. Empon-empon berasal dari Bahasa Jawa yang artinya tanaman obat. Bahan-bahannya terdiri dari kunyit (turmeric), cabe lempuyang (chili zingiber zerumbat), kencur (kaemferia galangal), daun sirsak lempuyang (soursoup leaves and zingiber zerumbet), temulawak (curcuma xanthorrhiza) dan jahe merah (red ginger).

"Semua jenis minuman rempah ini diolah secara alami tanpa zat pengawet. Bahan yang dibuat berasal dari tanaman rempah-rempah tradisional berupa jahe merah, kunyit, temulawak, cabe lempuyang, daun sirsak dan beras kencur," lanjutnya.

Daryati bercerita bahwa rumah produksi yang beralamat di Mirombo RT 1 RW 1 No 35 Rojoimo Wonosobo ini awalnya merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian, berikut alat produksinya pada 2015 silam.

Pengembangan Tanaman Obat
Plt Direktur Sayuran & Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Sukarman, menyebutkan prospek tanaman obat selama masa pandemic merangkak naik daun. Dirinya juga menyebutkan secara global lahan tanaman obat di Indonesia tercatat 27.539 hektare dengan total produksi 640.727 ton.(Ditjen Hortikultura, 2019)

"Kita juga telah mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan tanaman obat ke beberapa daerah di Indonesia. Pengembangan kawasan tersebut kita arahkan untuk penambahan area tanam baru. Ke depan ini akan terus kita lakukan supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," ujar pria yang akrab dipanggil Karman ini.

Lebih lanjut Karman menyebutkan bahwa tanaman obat memiliki kelebihan dengan tidak adanya efek samping jika digunakan dengan dosis yang normal. Harganya terjangkau dan bahannya bisa ditanam sendiri.

"Satu jenis tanaman obat bisa memiliki banyak khasiat sehingga ini bisa dijadikan andalan mata pencaharian yang menjanjikan," ucapnya.

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Yasid Taufik mengungkapkan peluang ekspor aneka produk herbal cukup tinggi. Data BPS 2019 menyebutkan nilai ekspor tanaman obat sebesar 16.628 ton dengan nilai penjualan US$ 31.917.498

"Bisnis tanaman obat ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan, didukung oleh ketersediaan bahan baku yang sangat kaya dan beragam di bumi Indonesia. Kami akan membantu sisi pembinaan mutu dan promosinya," ujarnya.

Yasid menyebutkan, Kelompok Wanita Tani Berdikari yang dipimpin Sudaryati ini telah difasilitasi untuk ikut serta dalam pameran Jeddah International Trade Festival pada akhir 2019 lalu dan mendapatkan animo luar biasa.

"Saat ini Kementan tengah membantu proses sertifikasi dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA.Red) untuk produk obat-obatan yang diproduksi oleh kelompok tani ini," pungkasnya. (Sumber Berita: Infografis Kementerian Pertanian Republik Indonesia).
Redaksi JamuDigital.Com.

AKAR TANAMAN INI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT YANG MUJARAB

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html


Akar merupakan salah satu bagian dari sebuah tanaman. Keberadaan akar sendiri bukan hanya sebagai penyerap air dan zat-zat makanan untuk tumbuhan. Bagi manusia, beberapa akar tanaman juga memiliki fungsi, khususnya untuk kesehatan. Di Indonesia, ramuan obat dari tumbuh-tumbuhan adalah salah satu alternatif proses pemyembuhan beberapa penyakit selain pakai obat yang bersifat medis.

Sudah banyak akar yang dipercaya memiliki khasiat sebagai obat, seperti akar-akar yang terangkum pada artikel di bawah ini. 8 akar tanaman berikut adalah hanya beberapa dari banyaknya akar yang dijadikan ramuan obat tradisional untuk penyembuhan penyakit. Check this out!

Akar aren. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aren adalah tanaman yang digunakan sebagai penghasil gula merah atau aren. Selain jadi penghasil gula, akar dari pohon yang satu ini juga memiliki khasiat sebagai obat. Akar aren memiliki kandungan kalium dan silikat yang mampu memperlancar buang air kecil.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar pepaya. Kamu pasti sudah nggak asing lagi, dong sama buah pepaya? Hampir semua bagian dari tanaman ini punya kegunaan dan khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Mulai dari buah, daun, hingga akar. Akar pepaya sendiri mengandung zat papalna, kalium, midosim, papayatin, damar, dan tasin. Akar pepaya mampu membasmi cacing yang merugikan dalam tubuh.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar pule. Mungkin kamu agak asing dengan akar tanaman yang satu ini. Namun, jangan salah, kalau akar dan pangkal batang pule banyak dimanfaatkan untuk ramuan obat. Kandungan alkaloida agnalima dan alkaloida serpentina berkhasiat mengobati hipertensi alias darah tinggi dengan pemberian 100-400 mg/hari pada pagi dan malam hari.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar bangle. Akar tanaman ini mengandung senyawa kimia seperti damar, lemak, minyak atsiri, goun, gula, asam-asam organik, mineral, dan abumivoida yang berfungsi sebagai penghangat badan. Tak heran jika dari zaman dahulu hingga kini, masyarakat di Indonesia menjadikan tumbuhan bangle sebagai penurun suhu panas pada bayi.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar temu ireng. Tanaman temu ireng dapat ditemukan pada hampir seluruh daerah di Indonesia. Kandungan minyak atsiri pada tumbuhan berakar tunggal ini berkhasiat sebagai obat gosok yang bisa meringankan pegal, rematik, dan minyak pijat keseleo.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar alang-alang. Banyak orang kalau alang-alang adalah pengganggu, karena tumbuh liar dan menjadi semak. Meski demikian, jangan remehkan khasiat dari akarnya. Kandungan damar, asam kermik, dan logam alkali memiliki manfaat melancarkan buang air kecil dengan konsumsi 4-12 gram perhari.

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar brotowali. Zat pikroretin atau zat pahit adalah zat yang melekat pada tanaman yang satu ini. Pikroretin berfungsi sebagai perangsang kinerja urat saraf pada saluran pernafasan. Bagi kamu yang kerap mengalami sesak nafas saat kelelahan, mungkin bisa mengonsumsi jamu yang dibuat dari ramuan akar brotowali. Asal tahan rasa pahitnya, ya! 

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Akar wangi. Sesuai dengan namanya, akar wangi kerap digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan wewangian. Seperti minyak esensial yang dibutuhkan pada industri kosmetik, parfum, serta sabun mandi. Akar wangi juga bisa digunakan untuk mengusir serangga. Bahkan, ramuan akar wangi dapat digunakan sebagai obat kumur serta obat gosok. Cool!

https://tipspetani.blogspot.com/2019/11/akar-tanaman-ini-dapt-digunakan-sebagai.html

Cara Mengolah Tanaman Bajakah untuk jadi Obat Kanker


Tanaman bajakah tengah menjadi perbincangan publik setelah khasiatnya diketahui mampu menyembuhkan penyakit kanker. Tanaman bajakah yang berasal dari hutan Kalimantan ini, berhasil membawa dua siswa asal SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan tengah meraih Gold Medals di Korea Selatan dalam ajang World Invention Creativity.


Jurnalis KompasTV, Aiman Witjaksono menelusuri lebih lanjut mengenai tanaman bajakah yang kemudian disiarkan dalam progam Aiman KompasTV dengan tema "Berburu Tanaman Penyembuh Kanker di Hutan Kalimantan," 

Mengutip dari tayangan program Aiman yang bersumber dari tim peneliti akar bajakah SMAN 2 Palangkaraya, lokasi tumbuh tanaman bajakah tersebut berada di lahan gambut dan hanya terdapat di hutan pedalaman Kalimantan.

Sepintas, pohon bajakah hampir mirip dengan tumbuhan lainnya yang berada di hutan Kalimantan. Secara kasat mata tidak ada yang spesial sehingga membutuhkan kejelian dalam mencarinya.

Adapun tanaman bajakah berbentuk batang bersulur yang tumbuh mengular hingga tinggi mencapai lima meter, memiliki batang yang kuat dan cukup besar.
Tanaman bajakah bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya.


Akar tanaman ini menghujam di dasar aliran air lahan gambut.
Tanaman bajakah hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar Matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Aiman tidak mengungkapkan lebih detail mengenai tempat tumbuhnya tanaman bajakah karena kekhawatiran akan adanya eksploitasi tanaman tersebut.

Namun diketahui, lokasi tumbuhan bajakah berada di sebuah hutan yang berada di Kalimantan Tengah, di luar Kota Palangkaraya.

Jika ditempuh dari SMAN 2 Palangkara, memakan waktu sekitar satu hingga dua jam dan harus melewati Jalan Trans kalimantan hingga berada di lokasi tanaman tersebut.

Cara untuk mengolah tanaman bajakah untuk mengobati kanker tergolong cukup mudah.

Yakni dengan dikeringkan di bawah sina Matahari, kemudian dicacah dan ditumbuk sampai menjadi bubuk.

  • Satu gram tanaman bajakah harus direbus kurang lebih 30 menit.
  • Kemudian air rebusan bajakah dikonsumsi pengganti air putih sehari-hari.
  • Dalam tanaman bajakah terdapat banyak zat penyembuh kanker.
  • Di antaranya Fenolik, Streroid, Tannin, Alkonoid, Saponin, Terpenoid.
Beberapa zat ini terbukti mampu menyembuhkan kanker setelah diuji coba di Laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Seperti diketahui, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya menjadi juara dunia setelah memilih khasiat bajakah sebagai topik karya ilmiah yang dilombakan di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, di bidang sains pada bulan Juli yang lalu.

Diuji coba dengan Tikus

Peneltian tanaman bajakah sempat diuji sampel yang menggunakan dua ekor mencit atau tikus betina atau tikus kecil berwarna putih, yang sudah diinduksi atau disuntikkan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan pada tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala.

Selanjutnya, diberikan dua penawar atau obat yang berbeda terhadap kedua tikus, yang sebelumnya telah disuntikkan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Satu tikus diberikan bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan ke tikus.

Sementara tikus lainnya diberikan air rebusan yang berasal dari kayu bajakah.

Cara Penyembuhan

Akar bajakah dikeringkan dengan sinar matahari dan dicacah
1 gram bubuk bajakah direbus selama 30 menit
Air bajakah dikonsumsi sebagai pengganti air minum setiap hari
BACA JUGA

MENGENAL DAUN AJAIB ASAL KALIMANTAN YANG DIPERSOALKAN LUAR NEGERI


Indonesia terkenal dengan kekayaan tumbuh-tumbuhannya yang bisa dijadikan sebagai obat herbal, salah satunya adalah daun kratom. Daun kratom berasal dari pohon cemara tropis di keluarga kopi yang tumbuh subur di tanah Kalimantan.

Eksistensi daun kratom kini juga sudah menyebar ke seluruh dunia. Daun kratom dalam dunia medis dapat dijadikan sebagai penawar rasa sakit (pain killer) dan sebagai pengganti opioid. Secara tradisional, masyarakat di Kalimantan menganggap tumbuhan dengan nama latin Mitragyna speciosa dianggap sebagai anugerah Tuhan yang dapat digunakan untuk menunjang kehidupan.

Bagaimana tidak, daun yang biasa disebut dengan daun ketum ini bisa digunakan untuk menghilangkan berbagai penyakit seperti diare dan memberikan energi. Namun, daun ini bisa menjadi berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis besar karena mengandung alkaloid, mitraginin dan kandungan lainnya yang bisa memberikan efek sedatif sehingga menyebabkan kecanduan. Efek lainnya, kratom bisa memberikan efek sakau, kejang-kejang, gagal ginjal dan lain-lain.

Dilansir dari South China Morning Post, 10 Oktober 2019, Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat karena mendapati lebih dari 130 orang meninggal setiap hari akibat overdosis opioid. Salah satu kasusnya terjadi di Florida, seorang perawat ditangkap karena pasiennya meninggal di mobilnya. Saat diinvestigasi, ditemukan pasien tersebut tertidur setelah mengonsumi dua bungkus bubuk kratom.
Di Indonesia, tanaman obat ini diklasifikasikan sebagai psikotropika golongan satu, seperti heroin dan kokain. Bagi yang menyalahgunakan menjadi narkoba, akan mendapatkan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Tapi, pihak dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan bahwa saat ini mereka sedang mengajukan ke Kementerian Kesehatan untuk menaikkan klasifikasi kratom sebagai narkoba golongan satu. "Kratom itu sepuluh kali lipat lebih berbahaya dibandingkan kokain atau marijuana," ujar Yunis Farida Oktoris Triana, perwakilan bidang rehabilitasi BNN.

Berdasarkan data dari The American Kratom Association, estimasi penduduk Amerika sebagai pengguna daun kratom per Juni 2019 mencapai 15,6 juta orang. Melihat efek yang ada, Badan Pengawasan Narkotika Amerika Serikat mengawasi penggunaan kratom ini dan beberapa kota di Amerika dan Eropa juga telah mengilegalkan daun kratom.

Terlepas dari efek baik dan buruknya, penjualan daun kratom kini juga mudah didapatkan di Indonesia. Banyak pihak yang menjualnya melalui internet dan dibungkus sebagai bubuk teh. Penjualan yang tinggi membuat para petani juga mendapatkan hasil yang serupa.

Iksan Maulana, salah satu masyarakat yang tinggal di Tuana Tuha, sebuah kampung di Kalimantan Timur yang banyak ditumbuhi daun kratom mengatakan, dia bisa mendapatkan Rp400 ribu per hari dari memetik 200 kg daun kratom.

"Kalau memancing, saya terbakar panasnya matahari sepanjang hari tapi saya tidak tahu seberapa banyak yang bisa saya dapatkan. Meskipun kini saya masih terkena matahari (saat memanjat pohon), ini tidak seburuk memancing. Kademba (sebutan lokal daun kratom) sudah seperti pohon uang," kata Iksan.
Masa subur daun ini ada di rentang Januari hingga Mei. Dikatakan, sebanyak 300 petani bisa mendapatkan 50 ton daun kratom per bulan. Tak tanggung-tanggung, keuntungan yang didapatkan dari hasil tersebut mencapai satu triliun rupiah.

Melihat kesempatan yang ada, seorang penduduk lokal, Sauqani memutuskan untuk membudidayakan pohon tersebut. Dia mengatakan bahwa bisnis kratom sangat menjanjikan karena dapat dijual dengan harga tinggi dan siklus produksinya cepat.

"Kami dapat memanen daunnya hanya delapan bulan setelah penanaman. Lebih cepat dari tumbuhan lainnya, seperti kelapa sawit yang membutuhkan enam tahun untuk dipanen," Sauqani menerangkan.

Sebelumnya, penduduk lokal di Kalimantan tidak mengetahui bahwa daun kratom dapat dikonsumsi sebagai obat. Mereka hanya menggunakan kulit pohonnya untuk diseduh dan diminum oleh ibu setelah melahirkan agar proses penyembuhannya lebih cepat. Tapi, setelah mendapatkan informasi bahwa permintaan luar negeri banyak atas daunnya, mereka akhirnya menjadi petani daun kratom.

Menanggapi pernyataan BNN yang berencana untuk menaikkan klasifikasi kratom sebagai narkoba, Sauqani menunjukkan kekhawatirannya terhadap bisnisnya di masa depan.

"Kami sedang meyakinkan pemerintah bahwa kratom tidak akan disalahgunakan di Indonesia. Jika kratom disalahgunakan di Amerika, ini bukan salah petani di Indonesia. Bandingkan dengan rokok, jelas itu menyebabkan kanker dan serangan jantung, tapi masih dijual dengan bebas.
sumber poto : https://regional.kompas.com/